Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala BNPB, Suharyanto, mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat gempa tersebut. "Kami memperoleh informasi sampai siang ini, jumlah kerusakan, korban, ini masih relatif, masih relatif sedikit begitu. Yang meninggal ada satu, kemudian luka ringan pun ada satu," ujar Suharyanto dalam Rapat Koordinasi daring penanganan gempa.
Proses pendataan korban dan dampak kerusakan masih terus berlangsung. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, melaporkan bahwa fasilitas umum yang paling parah terdampak di Kota Manado adalah gedung olahraga KONI. "Jadi sampai hari ini, kami dapatkan untuk di Kota Manado, yang paling fatal adalah gedung olahraga di KONI. Itu sarana olahraga untuk tinju dan basket. Paling, yang paling parah," jelas Yulius.
Lebih lanjut, dilaporkan pula terdapat 25 rumah yang mengalami rusak ringan dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp500 jutaan. Gedung olahraga KONI dilaporkan roboh akibat gempa, bahkan Yulius menambahkan bahwa bangunan tersebut pernah roboh pada kejadian gempa sebelumnya dengan magnitudo lebih kecil.
Selain kerusakan di Manado, gempa ini juga berdampak pada infrastruktur lain, termasuk satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua unit rumah. BNPB terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Posting Komentar